Minggu, 24 Juli 2016

Pemimpin paling belakang

Dalam sebuah perjalanan A bersama rekan sekantor ke Bandung untuk acara ulang tahun perusahaan. Ada peristiwa yang sederhana teramati oleh A adalah pemimpin perjalanan yang adalah teman kami sendiri. Kesederhanaan pemimpin yang melayani terlihat sepanjang perjalanan.

A bangun terlambat ketika bus sudah seharusnya berangkat. Pemimpin perjalanan kami berusaha  menghubungi A dan menenangkan rombongan untuk menunggu. Dan saat A tiba tidak ditemui kemarahan, penyalahan dan yang ditemui adalah kesabaran. Selanjutnya rombongan berangkat.

Di sepanjang perjalanan kami puas dipimpin oleh beliau. Kesediaan membagikan makanan dengan keiklasan dan ketulusan, bukan sekedar kewajiban. Dan setiap tiba di tujuan pemimpin kami bersedia paling belakang turun untuk memastikan rombongannya tidak ada yang tertinggal.

Demikianlah cerita kecil pengalaman A dalam perjalanan acara kantornya.

Senin, 18 Juli 2016

Siapa Ibu dan Saudaraku?


Jika pertanyaan tersebut dijawab secara harafiah pastilah mudah menjawabnya. Ibu adalah yang melahirkan kita dan saudara adalah seseorang yang lahir seibu dan/atau seayah dengan kita. Tapi adakalanya makna ibu dan saudara menjadi kata sifat maka ada istilah keibuan atau brothership atau sister city. Bahkan di banyak cerita dongeng, kebaikan seseorang dihadiahi status saudara.

Kita hadir di dunia ini berkat kebaikan dari Pencipta yang sama. Jadi kalau kita boleh beranggapan kita lahir dari Ibu yang sama. Selanjutnya semua yang ada di semesta ini adalah saudara kita. Kehadiran kita dari kebaikan pencipta sudah menjadi kewajiban rasanya untuk membagikan kasih kebaikan kepada saudara satu Ibu..

Minggu, 17 Juli 2016

Ada Gelap Menuju Terang


Sebagian dari kita pernah melewati pengalaman masuk ke lorong gelap, semisal apa yang dialami ABC ketika melakukan perjalanan kereta dari Jakarta ke Jogjakarta. Jika berangkat pagi hari, setelah Purwokerto akan ada dua terowongan kereta yang akan dilalui. Perasaan ketika masuk dalam kegelapan sungguh tidak nyaman dan terbayar ketika kita kembali ke situasi terang.

Kita memang tidak ingin masuk dalam kegelapan, tapi jalan yang harus dilalui tidak dapat dihindari. Dalam perjalanan hidup kita mohon dimampukan setia dalam jalur menuju tujuan, meski beberapa situasi gelap mesti kita lewati. Arah pandangan kita kepada tujuan, jalan gelap kita terima dan jangan dipandang lagi apalagi kita lalui. Agar kita selamat sampai tujuan.

Kamis, 14 Juli 2016

Kasih bukan Persembahan

Pada saat kita (A&C) mengadakan acara ulang tahun untuk anak B, saya mengamati betapa senangnya anak kami merayakannya. Raut kebahagiaan terpancar sejak kami ajak menghias ruangan berlanjut mempersiapkan makanan, dan terlebih ketika melihat banyak teman-temannya datang mengucapkan selamat. Sebagian mereka memberikan hadiah untuk anak kami B. Dari senyum yang diberikan saya melihat B amat bahagia di sini. 

Kegembiraan seorang anak (B) terpancar sepanjang acara. Saya menduga karena dia merasa semua orang sedang memberikan kasih dalam bentuk kehadiran, doa dan hadiah. Menurut saya hadiah memang serupa persembahan kita kepada Pencipta. Namun sebagaimana anak saya B, Dia lebih berkenan bahwa yang diberikan kehadiran, doa dan persembahan itu adalah perwujudan kasih kita padanya. Kita sedang meneladan Dia yang maha pengasih. Kasih berada melebihi persembahan. Berikalah kasih bukan persembahan.   

Selasa, 12 Juli 2016

Kepolosan anak


Sering kali kita mengetahui kepolosan dari seorang anak, saat mereka menyampaikan sesuatu yang tidak sebenarnya. Seperti contohnya" yang makan kuenya guk-guk kok". Mendengar hal ini kita pasti tersenyum karena sebagai orang tua tahu siapa yang telah memakan kue di meja. Sebagai bapak/ibu kita tidak akan marah melihat situasi ini, karena kasih kita kepada anak kita.

Demikian pula hubungan antara Tuhan dan umatnya, seperti hubungan orang tua dan anaknya. Dia tahu pelanggaran kita, tapi dengan belas kasihnya tetap diampuni kita. Jika kita ingin menerima Tuhan kita harus menjadi seperti anak kecil yang polos dan percaya kepada bapak/ibunya. Sepanjang hidup kita meneladan dan mencintai orang tuanya.