Senin, 12 September 2016

Bangkit dari Badai sempurna (Perfect Storm)

Dalam perjalanan melintas samudera
banyak rintangan menerpa
bila hujan datang siapkan mantelmu
bila gelombang datang siapkan menerjangnya
bila semua datang bersama dalam badai yang sempurna
menyadarkan kita bukanlah apa-apa
bangkitlah segera ke Empunya kesempurnaan

(terinspirasi film "Perfect Storm")


Senin, 29 Agustus 2016

Mengalir atau tenggelam

Lekat pada kekelaman
menjadi tenggelam
saat arus tiba merendam
hancur dan karam

Lepas ikut arus kebaikan
menjadi terangkat
arus putih dan hitam
dapat diselaraskan

Ikut yang putih
menjadi berkembang
mengalir lepaskan kesesatan
semakin murni menuju Mulia

Minggu, 28 Agustus 2016

Membesarkan nama Yang mengutus

Laksana prajurit yang ke medan laga.
berjalan seturut aba-aba
bersiaga menunggu perintah
menempuh selaksa hasta jalan
melewati puluhan rintangan
memberikan raga ...
demi membesarkan Yang mengutusnya

Kamis, 25 Agustus 2016

Bersiap atau terlelap

Seperti menunggu kereta malam
datang kala mengantuk
bersiaplah, berjagalah,
siapkan bekal dan bersiap senantiasa

Kala kereta tiba,
bunyinya tiada terdengar
jika terlelap ...
oleh beban keseharian

Berjaga..bersiap
kereta sudah datang
siapa terjaga ... siapa berbekal
Ikut perjalanan yang meriakan


Selasa, 23 Agustus 2016

Life Unlimited

Meet the Iron Nun: 86-Year-Old Triathlon-Running Sister Madonna Buder:
"There were a lot of times where I had to think about failures and not reaching the goal that I set for myself," she said.
 "Then I realized, the only failure is not to try."

Senin, 22 Agustus 2016

Kelam ditinggallan.

Air turun dari awan mengembun dalam kemurnian
Jatuh menangkap zat hara yang menyuburkan
menangkap racun asam yang mematikan
kodratnya adalah air murni
hara dan asam menempel sepanjang daur
dengan saringan menjadi bersih
kelam ditinggalkan
dengan panas api menjadi murni
penderitaan memurnikan
untuk kembali murni sebelum kembali 
ke awan-awan

Minggu, 21 Agustus 2016

Derita untuk mulia

Siapa percaya hidup baka
pasti hendak hidup mulia
dunia fana ada suka derita
derita basuh luka dan dosa
untuk pantas hidup mulia

Pintu kecil untuk damai besar

Kesempatan terbuka untuk segala bangsa
Segala iman yang ada
Menuju pintu kecil 
Terletak pada kita jalan yang dipilih
agar dapat sampai ke tempat damai besar

Kamis, 18 Agustus 2016

sepenuhnya untuk Pencipta dan sesama

Hidup itu apa?
Hidup berarti lahir,
Lahir berarti hadir,
Hadir berarti memberi,
Memberikan hidup itu sendiri,
Bagi yang memberi hidup
Bagi kehidupan sesama dan ciptaanya
Cinta yang sepenuh hati
sepenuh raga

Minggu, 24 Juli 2016

Pemimpin paling belakang

Dalam sebuah perjalanan A bersama rekan sekantor ke Bandung untuk acara ulang tahun perusahaan. Ada peristiwa yang sederhana teramati oleh A adalah pemimpin perjalanan yang adalah teman kami sendiri. Kesederhanaan pemimpin yang melayani terlihat sepanjang perjalanan.

A bangun terlambat ketika bus sudah seharusnya berangkat. Pemimpin perjalanan kami berusaha  menghubungi A dan menenangkan rombongan untuk menunggu. Dan saat A tiba tidak ditemui kemarahan, penyalahan dan yang ditemui adalah kesabaran. Selanjutnya rombongan berangkat.

Di sepanjang perjalanan kami puas dipimpin oleh beliau. Kesediaan membagikan makanan dengan keiklasan dan ketulusan, bukan sekedar kewajiban. Dan setiap tiba di tujuan pemimpin kami bersedia paling belakang turun untuk memastikan rombongannya tidak ada yang tertinggal.

Demikianlah cerita kecil pengalaman A dalam perjalanan acara kantornya.

Senin, 18 Juli 2016

Siapa Ibu dan Saudaraku?


Jika pertanyaan tersebut dijawab secara harafiah pastilah mudah menjawabnya. Ibu adalah yang melahirkan kita dan saudara adalah seseorang yang lahir seibu dan/atau seayah dengan kita. Tapi adakalanya makna ibu dan saudara menjadi kata sifat maka ada istilah keibuan atau brothership atau sister city. Bahkan di banyak cerita dongeng, kebaikan seseorang dihadiahi status saudara.

Kita hadir di dunia ini berkat kebaikan dari Pencipta yang sama. Jadi kalau kita boleh beranggapan kita lahir dari Ibu yang sama. Selanjutnya semua yang ada di semesta ini adalah saudara kita. Kehadiran kita dari kebaikan pencipta sudah menjadi kewajiban rasanya untuk membagikan kasih kebaikan kepada saudara satu Ibu..

Minggu, 17 Juli 2016

Ada Gelap Menuju Terang


Sebagian dari kita pernah melewati pengalaman masuk ke lorong gelap, semisal apa yang dialami ABC ketika melakukan perjalanan kereta dari Jakarta ke Jogjakarta. Jika berangkat pagi hari, setelah Purwokerto akan ada dua terowongan kereta yang akan dilalui. Perasaan ketika masuk dalam kegelapan sungguh tidak nyaman dan terbayar ketika kita kembali ke situasi terang.

Kita memang tidak ingin masuk dalam kegelapan, tapi jalan yang harus dilalui tidak dapat dihindari. Dalam perjalanan hidup kita mohon dimampukan setia dalam jalur menuju tujuan, meski beberapa situasi gelap mesti kita lewati. Arah pandangan kita kepada tujuan, jalan gelap kita terima dan jangan dipandang lagi apalagi kita lalui. Agar kita selamat sampai tujuan.

Kamis, 14 Juli 2016

Kasih bukan Persembahan

Pada saat kita (A&C) mengadakan acara ulang tahun untuk anak B, saya mengamati betapa senangnya anak kami merayakannya. Raut kebahagiaan terpancar sejak kami ajak menghias ruangan berlanjut mempersiapkan makanan, dan terlebih ketika melihat banyak teman-temannya datang mengucapkan selamat. Sebagian mereka memberikan hadiah untuk anak kami B. Dari senyum yang diberikan saya melihat B amat bahagia di sini. 

Kegembiraan seorang anak (B) terpancar sepanjang acara. Saya menduga karena dia merasa semua orang sedang memberikan kasih dalam bentuk kehadiran, doa dan hadiah. Menurut saya hadiah memang serupa persembahan kita kepada Pencipta. Namun sebagaimana anak saya B, Dia lebih berkenan bahwa yang diberikan kehadiran, doa dan persembahan itu adalah perwujudan kasih kita padanya. Kita sedang meneladan Dia yang maha pengasih. Kasih berada melebihi persembahan. Berikalah kasih bukan persembahan.   

Selasa, 12 Juli 2016

Kepolosan anak


Sering kali kita mengetahui kepolosan dari seorang anak, saat mereka menyampaikan sesuatu yang tidak sebenarnya. Seperti contohnya" yang makan kuenya guk-guk kok". Mendengar hal ini kita pasti tersenyum karena sebagai orang tua tahu siapa yang telah memakan kue di meja. Sebagai bapak/ibu kita tidak akan marah melihat situasi ini, karena kasih kita kepada anak kita.

Demikian pula hubungan antara Tuhan dan umatnya, seperti hubungan orang tua dan anaknya. Dia tahu pelanggaran kita, tapi dengan belas kasihnya tetap diampuni kita. Jika kita ingin menerima Tuhan kita harus menjadi seperti anak kecil yang polos dan percaya kepada bapak/ibunya. Sepanjang hidup kita meneladan dan mencintai orang tuanya.